Kenali Cyber Crime dan cara menghindarinya

85 / 100
cyber crime
Sumber Gambar : pixabay.com

Dunia digital tidak serta merta memberikan kemudahan dengan begitu saja tanpa adanya permasalahan di dalamnya. Di dunia online ini kejahatan sungguh luar biasa terutama seputar data dan Keuangan. Bagi anda yang sudah lama berkecimbung di dunia online ini mungkin tidak asing lagi dengan kejahatan online atau yang lebih dikenal dengan Cyber Crime. Sungguh luar biasa sekali kerugiannya jika ini terjadi pada Individu atau instansi. Cyber Crime ini dapat terjadi dimanapun dan kapanpun.

Tidak sedikit dari kita merasa kesulitan untuk mengenali aktifitas Cyber Crime ini. Karena mayoritas dari pelaku ini bekerja dengan profesional dan tidak terlihat seperti ada manipulasi di dalamnya. Lagi-lagi ruang yang tak kasat mata dan tidak sepenuhnya terlihat karena dunia digital yang begitu kompleks menjadikan Cyber Crime ini terjadi berulang-ulang. Untuk itu, kami Onlenkan Indonesia akan berbagi mengenai apa itu cyber crime dan bagaimana anda dapat terhindar dari kejahatan ini. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

Cyber Crime itu apa ?

cyber crime
Sumber Gambar : pixabay.com

Cyber Crime merupakan suatu tindak kejahatan yang dilakukan dengan cara online atau kejahatan dunia digital. Kejahatan tersebut seakan berjalan selama 24 jam dan terbilang tidak mengenal waktu. Target yang diincar pun hampir merata sekali dari berbagai latar belakang. Mulai dari masyarakat umum, pebisnis hingga pejabat negara.

Adapun jenisnya sangat beragam. Contohnya Sim Swap. Ini merupakan Cyber Crime yang wajib anda waspadai. Secara garis besarnya kejahatan ini dapat merugikan dari sisi finansial. Dimana dengan teknik ini pelaku dapat mengambil saldo rekening kita dalam hitungan menit.

Cyber Crime ini dapat dilakukan oleh satu hingga banyak pelaku dengan perannya masing-masing. Mereka mengorganisir tim dengan sangat rapih dan teratur. Keahlian yang mereka miliki seputar dunia hacking telah disalah fungsikan hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. Tidak berfikir lagi akan kerugian yang orang lain dapatkan dari perilaku mereka.

Ditambah lagi, kejahatan ini dapat dilakukan dimana saja. Sehingga untuk melacak jaringan mereka ini perlu waktu dan tenaga yang extra. Jika anda melihat lalulintas hacking secara real time di internet, itu hampir tidak berhenti lalulintasnya sedetikpun. Ini luar biasa, tak terlihat secara fisik tapi sangat ramai sekali pergerakannya. Waspadai hal ini agar data dan keuangan anda aman dari aktifitas cyber crime.

Jenis-jenis Cyber Crime

1. Carding

Carding merupakan sebuah jenis cyber crime untuk jenis pembobolan kartu kredit. Jenis kejahatan yang satu ini yaitu dengan cara melakukan pencurian data informasi dari kartu kredit yang dimiliki orang lain. Dewasa ini cyber crime carding selalu terjadi dan berulang dengan berbagai motif menarik yang membuat dilema korbannya.

Secara teknis carding ini dapat dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari injeksi malware, phising dan sebagainya. Kejahatan ini jika berhasil maka akun kartu kredit akan berpindah tangan meskipun tidak secara fisik interaksinya. 

2. Cyber Typosquatting

Cyber Typosquatting ini merupakan sebuah bentuk cyber crime dengan memanfaatkan kemiripan sebuah nama domain atau bisa dibilang duplikasi domain. Cara yang dilakukan yaitu dengan mengincar nama domain sebuah perusahaan yang cukup dikenal masyarakat.

Cyber typosquatting ini pada umumnya terjadi antara persaingan bisnis. Dengan skala apapun itu. Tujuan dari kejahatan ini yaitu untuk menjatuhkan popularitas dan membangun opini publik akan suatu produk tertentu dengan cara menjelek-jelekan hingga penipuan yang melanggar aturan yang berlaku. Untuk itu agar terhindar dari kejahatan ini utamanya di dunia bisnis, lakukanlah persaingan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

3. Cyber Extortion

Cyber Extortion ini merupakan sebuah tindak kejahatan digital dengan cara melakukan pemerasan baik itu pada seseorang hingga perusahaan besar. Teknik yang mereka lakukan pun beragam. Ada yang memberikan informasi secara langsung baik itu melalui e-mail, telepon bahwa data penting yang dimiliki telah dicuri, kemudian mereka meminta tebusan uang dengan nominal yang sangat besar.

Pada dasarnya untuk kejahatan ini dapat anda minimalisir di awal. Gunakan security system dan update keamanan yang continue. Meskipun hal itu tidak menjamin akan keamanan data anda, setidaknya dapat meminimalisir hal itu terjadi.

Adapun contoh kasus dari cyber extortion ini seperti masuknya virus ransomeware pada perangkat kita secara cepat hingga dalam hitungan detik file kita berubah extensinya dan terkunci. Bersamaan dengan masuknya virus ini, biasanya akan ada file yang berisi tentang bagaimana cara anda mengatasinya.  Dan dalam hal ini mereka akan meminta anda menghubungi salah satu akun dan membayar terlebih dahulu agar data anda kembali normal.

4. Hacking dan Cracking

Cyber crime ini dilakukan dengan cara meretas security sistem dari sebuah sistem tertentu. Dan banyak dari anda mengenalnya dengan nama hacker dan cracker. Seorang hacker ataupun cracker ini bekerja dengan mencari kelemahan dari suatu system tertentu. Baik itu berupa aplikasi ataupun halaman website. Ini telah banyak terjadi di berbagai lembaga formal ataupun non formal. Modusnya pun beragam. Ada yang hanya iseng semata, ada yang kepentingan tertentu.

Harap anda garis bawahi bahwa hacking dan cracking ini konteksnya sama namun polanya berbeda. Untuk hacking ini pada umumnya hanya melakukan peretasan biasa kemudian mereka akan memberitahu tim pemilik system tersebut bahwa aplikasi atau halaman websitenya telah diretas. Sementara cracking ini setelah mereka melakukan peretasan maka akan merusak system tersebut. Seperti memanipulasi data dan penggunaan bahasa dalam konten tersebut. Hati-hati untuk kejahatan digital yang satu ini.

5. Defacing

Defacing ini merupakan jenis kejahatan digital yang terbilang ringan. Biasanya ini dilakukan hanya untuk showup kemampuan dan pengetahuan seputar dunia cyber. Cara kerja dari kejahatan digital yang satu ini yaitu dengan menerobos suatu sistem tertentu dan jika berhasil mereka akan melakukan perubahan layout dari sistem tersebut. Dan ini pernah terjadi pada platform selular di terbesar di Indonesia.

Selain itu Defacing ini biasanya menyasar sebuah system yang tidak digunakan untuk mendapatkan profit dari sistem tersebut. Seperti halaman website instansi pemerintah, pendidikan, dan sejenisnya.

Cyber Crime yang umum terjadi

Kejahatan digital ini memang pada umumnya masih terbilang awam di masyarakat. Dan fenomena ini dapat terjadi pada siapapun. Bahkan sekelas ahli cyber pun masih dapat kecolongan. Beberapa akan kami berikan sebagai bahan edukasi anda apa saja cyber crime yang sering terjadi. Adapun cyber crime yang umum terjadi yaitu ebagai berikut :

  • Spoofing  
  • Penipuan Online
  • Pembajakan
  • Deface Website
  • Password Cracker
  • Distributed Denial Of Attack (DDoS)
  • Penyebaran Malware
  • Dll.

Hati-hati jika menemukan hal-hal yang mengarah ke hal-hal tersebut. Pada umumnya orang mengenal cyber crime ini hanya secara umum saja seperti penipuan online, pembajakan akun. Sebenarnya banyak sekali yang perlu anda waspadai dalam beraktifitas di dunia digital ini. Banyak sekali teknik-teknik yang asing terdengar di masyarakat pada umumnya. Untuk itu jaga akun anda, jaga rekening anda, jaga seluruh data-data digital anda.

Dampak dari Cyber Crime

Bentuk kejahatan apapun pasti memiliki banyak sekali kerugian. Baik itu kerugian finansial, lingkungan sosial, citra usaha dan lain sebagainya. Tak terkecuali dengan cyber crime ini. Adapun dampak yang terjadi jika anda terkena cyber crime yaitu sebagai berikut :

  • Anda akan kehilangan data penting baik itu data pribadi atau organisasi.
  • Sistem menjadi rusak dan harus diperbaiki secara menyeluruh.
  • Reputasi usaha semakin terancam menurun.
  • Kehilangan uang dalam jumlah besar.
  • Keamanan aktifitas digital anda semakin rentan.
  • Aktifitas bisnis online anda terhambat karena perbaikan situs semata.

Tips agar terhindar dari Cyber Crime

cyber security
Sumber Gambar : pixabay.com

Untuk menjaga aktifitas digital anda maka diperlukan beberapa hal sebagai rambu-rambu agar terhindar dari cyber crime. Adapun tips agar terhindar dari cyber crime yaitu sebagai berikut :

  • Tanamkan sikap teliti, hati-hati dan selektif ketika menggunakan media digital.
  • Jika sistem yang dimiliki berupa halaman website, gunakan layanan hosting dan domain yang terpercaya.
  • Lakukan proses updating secara teratur.
  • Hindari instalasi aplikasi bajakan. Misalkan diluar store resminya seperti download di halaman blog ataupun website yang mencurigakan.
  • Untuk halaman website coba terapkan SSL untuk domain yang digunakan.
  • Selektif dalam aktifitas jual beli online dan terbiasakan melakukan review produk serta melihat rating produk online yang dijual.
  • Jangan berikan data apapun pada orang yang tidak anda kenali terutama di media sosial. 
  • Jaga ponsel atau perangkat anda agar tidak digunakan orang lain untuk kepentingan yang tidak jelas.
  • Update password dan gunakan seunik mungkin.
  • Terapkan fitur verifikasi 2 langkah untuk semua akun anda.

Dari penjelasan di atas seputar cyber crime ini dharapkan menjadi edukasi positif untuk keamanan akun dan data-data yang anda miliki. Kejahatan cyber ini tidak terlihat secara fisik, tapi aktifitasnya nyata sekali. Setiap pelakunya hanya ingin mendapatkan keuntungan semata tanpa memikirkan kondisi setiap korbannya. Jika ada pertanyaan ataupun koreksi yang perlu di diskusikan silahkan sertakan di kolom komentar atau bisa menghubungi kami. Tetap waspada agar aktifitas digital anda aman dan nyaman.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *